Sabtu, Januari 19, 2008

Kenaikan Harga Tempe dan EQ

Harga tempe naik, karena harga kedelai naik. Kenaikan harga karena pasokan berkurang. Analisa dari para pakar ekonomi dapat diikuti di majalah dan koran, makanya saya tidak membahas itu.

Karena perubahan (naik) harga tempe, sebagian orang menunda membeli tempe. Bila anda tidak biasa makan tempe, maka menunda makan tempe tidak berpengaruh apa-apa. Tetapi bagi mereka yang memang ingin makan tempe tetapi harus menunda. Ini baru persoalan.

EQ, atau Emotional Quotient, adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kehidupan seseorang. Bila IQ menunjukkan apa yang bisa dilakukan seseorang, EQ menunjukkan apa yang AKAN dilakukan.

Menunda beli tempe karena tidak punya uang, atau karena ada prioritas pendanaan yang lain, menunjukkan seseorang sedang menggunakan IQ dalam menghadapi masalah. Namun, menunda membeli tempe karena TIDAK RELA membayar dengan harga yang lebih tinggi meskipun menginginkan, menunjukkan peranan EQ seseorang.

Salah satu konsep pengukuran EQ adalah dengan CORE (Control, Origin/Owner, Reach, Endurance). Dari hasil pengukuran, seseorang dapat mengembangkan / memperbaiki score EQ-nya dengan metode LEAD. Untuk lebih lengkapnya, saya akan ceritakan dalam artikel lain.